Aku terjerembab dan mukaku terhenti percis di depan selangkangan Rini. Kulihat matanya sedang menatap celana dalamku.“Ah engga lah… biaasa aja” jawabku, kemudian kami ngobrol sedikit tentang anak-anak kos tetanggaku yg tumben belum pada pulang sore itu, sampai akhirnya Juli memanggil Jun untuk turun. BokepJepang “Bukan Jun, gua baru kali ini aja, Sorry Jun…” namun Jun tetap menarik telingaku dan akupun mengikutinya
“Ah… jangan banyak ngomong” katasambil berjalan, sedang aku pasrah dalam keadaan terjewer mengikuti langkahnya menuruni tangga. Kemudian dia jongkok dan digerakkannya kepalanya menuju selangkanganku, hups… dia mengulum penisku, ada rasa nikmat di depantetapi juga ada rasa nyeri di belakang, tetapi tetap saja penisku tdk bisa keras, hanya setengah bangun, Jun makin lama makin beringas menyodomiku, begitu juga Juli, penisku yg hanya setengah ngaceng tak menyurutkan napsunya untuk tetap mengulumnya, kadang di masukkannya seluruh batang kemaluanku di mulutnya. Ray celingukan sebentar dan berbicara setengah berbisik:
“Kalo kita telungkup di ujung loteng, kepala julurin kebewah, itu pas sama lubang kamar mandi bawah… Rini suka mandi bareng suaminya… wih kadang mereka main di sambil mandi… seru loh… mau liat?… besuk deh di jam dan gelombang yg sama… “ aku cuma cengar-cengir mendengarnya, tapi sebenarnya aku penasaran juga.Sore berikutnya akupun pulang jam 6, tetapi Ray masih di kamarnya, langsung saja alu menuju pintu kamar Ray,
“ada nggak?” tanyaku.















