Kapan kita lunch bareng?”
“Waduh, aku sibuk banget minggu ini.”
“Gimana kalau besok. Dia akan pulang malam ini?” aku benar-benar merasa terhina. BokepJepang Tapi… aku belum bisa terima bahwa aku baru saja tidur di tempat tidur wanita lain. Dasar cowok juga, kalau ada maksud mereka tidak pernah bertanya atau perduli kalau kita sudah punya pacar. Aku serius!” Akhirnya aku benar-benar menghentikan gerakannya, karena detik berikutnya aku tampar kepalanya. Di siang bolong pesan sake sampai dua kali. Kami pergi ke Japanese Teppanyaki. Otakku saat itu tidak dapat berpikir dengan logis. “Maafkan aku…”
“Dia masih tinggal di sini? tentu saja aku bisa merasakan benda keras itu di balik celana jeansnya, wong dia dengan sengaja menggesek-gesekkannya di selangkanganku kok. Take your time.”
“Iya deh. Di mana alamatnya?” ujarnya tanpa menunggu jawaban ya atau tidak. Keperluanku udah komplit.”
“Ayo kita cari makanan kalau gitu. Aku harus menjemput mobilku dan pulang ke rumahku sendiri. Sekarang setelah bertemu satu kali saja, dia sudah mulai menggerayangi tubuhku. Sudah lama sekali aku tidak disentuh laki-laki.















