Yang pasti aku sudah malas membius-bius segala. Bokep indo viral Wah, kemaluanku jadi tidak karuan lagi rasanya. Namaku Andi, aku mahasiswa di salah satu PTN top di Bandung. Dia memandangku dengan tatapan memohon dan sambil dengan keluar air mata. Soalnya kalau ke kamar aku jauh. Tapi aku bosan juga dan hasrat ingin nge-gituin si Ine semakin besar saja. Terus kubuka CD-ku. “Iya, tapi cepet ya. Mulailah dia memijatku. “Nggak apa-apa kok”, jawabku lagi.Aku tinggal tunggu obat tidur itu bekerja. “Cobain enaknya deh…” kataku. Dia kelihatan seperti mau teriak, langsung saja kututup mulutnya. Biasalah, cuma kelihatan belakangnya saja, tapi aku jadi bisa mengantisipasi kalau dia sudah selesai mandi langsung aku sergap saja. Pas masuk kamar dia kujatuhkan dia ke kasur sambil menarik handuknya. Aku bilang paling sakitnya cuma sehari setelah itu enak.Besok-besok dia aku kasih obat anti hamil dan aku bisa berhubungan dengan dia dengan bebas. Yang pasti aku sudah malas membius-bius segala. Nikmati enaknya kalo payudara kamu di elus-elus”, kataku.Setelah kulepas tanganku dari mulut dia, langsung kucium bibirnya. Kujilati sampai keluar cairannya.Aku merasa pemanasan sudah cukup, begitu kusiapkan batang kemaluanku ke depan liang kemaluannya dia menangis lagi dan berbicara,
“Jangan Mas, saya masih perawan.”
“Saya juga tau kok kamu masih perawan”, jawabku.Aku tetap bersikeras untuk menyetubuhinya.















