Kupikir dia kesakitan, tapi ternyata tdk.“Teruskan Zal, nikmat banget.. Bokep barat kamu duluan aja, kita ketemu disana”, kata Bu Monic.Aku semakin tergagap, tak menyangka akan diajak seperti ini.“Baik Bu”, jawabku sambil keluar dari ruangannya.Setelah membereskan berkas-berkas, pas jam makan siang aku langsung menuju hotel tempat janji makan siang. Dua buah bijiku dikulumnya Bener-bener nikmat. Kulihat Bu Monic merem-melek menahan kenikmatan. Jilatan lidahnya semakin sensasional dgn menulur hingga ke pangkal kemaluanku. Ciumannya semakin dalam, aku lantas mengeluarkan jurus-jurus ciuman yg kutau selama ini. Bu Monic yg lagi merem menikmati siraman air dari shower kaget ketika kupeluk. Aku bangga juga mulai bisa menarik perhatian Bu Monic. Huuffftt mana mungkin Bu Monic mau tidur dgnku. Sebelum jam pulang Bu Monic memanggilku lewat sekretarisnya. Ketika kutekan bel dgn perasaan berkecamuk penuh tanda tanya berdebar menunggu sampai pintu di bukakan dan Bu Monic tersenyum manis dari balik pintu. Aku bersyukur, karena prestasiku, di usia yg ke 25 ini aku sdh mendapatkan posisi penyelia. Kupeluk tubuhnya kucium bibirnya.“Ahh nimat sekali Zal”, ntah sdh berapa kali kata-kata ini diucapkannya.Penisku yg belum terpuaskan semakin bergejolak disasarannya. ohh aku lagi-lagi memuncratkan sperma kedalam meqinya yg diikuti erangan puas dari Bu Monic. Kulihat dicermin kupeluk Bu Monic dari belakang dgn kedua tanganku memegang buah dadanya sementara tangannya merangkul leherku dan yg lebih indah,















