Ambil saja! Bokep indo 5 juta rupiah!” kata Bu Astrid.“Untuk saya?” tanyaku heran.“Ya, untuk kamu,” tegas Bu Astrid.“Wah, untuk apa ini, ya, bu?” tanyaku tak mengerti. Ia hanya mau aku mencumbunya terus dan terus tiada habis. Ia harus istirahat total dan berhenti menyupir untuk majikan nya. Setumpuk piring jatuh berhamburan, menimbulkan suara yang pasti terdengar dari dalam ruangan. Placeholder
Pak Supandi, lelaki tua yang tinggal tak jauh dari rumah kami kena stroke. Aku ingin kamu cumbui aku. Ia punya banyak teknik permainan yang membuatku terperangah. Sejumlah lembaran seratus ribuan tampak dari ujung amplop yang terbuka.“Itu untuk kamu dan anakmu. Kepalanya terdongak dengan mata terpejam bibirnya terbuka. Berapa umurmu?” Tanya Pak Gino.“24 tahun, Pak”“Sudah lama jadi supir?”“3 tahun, Pak”“Oke, Dimas. Jam tujuh malam kurang sedikit, sehabis mandi, dan mengenakan t-shirt, teleponku bergetar. Aku bertanya-tanya dalam hati apakah ia tahu aku mengintipnya tadi. Tapi selepas siang sebuah sms masuk ke HP-ku. Dan selanjutnya, aku menutup mulut rapat-rapat. Ini membuat aku harus mengimbanginya terus, berapa kalipun ia memintanya.Kami berada di Bali seminggu penuh. Besoknya aku menyetorkan uang ke tabunganku tanpa bilang-bilang istriku. Bunyinya, : Sopir cabang Bali sakit. Ketika sampai di hotel, SMS Bu Astrid datang lagi, “Kamu sudah sampai hotel? Buat aku melayang, Dimas!”“Kau akan dapatkan yang kau mau, Astrid” kataku tersengal.Kuberi Astrid jilatan-jilatan rakus di















