mau dibantu?” entah sudah berapa lama dia berdiri disitu tapi yg pasti dia sudah menurunkan celana kainnya itu.“Mas jangan kurang ajar ya!” kata ku setengah menghadik dan mencoba mengembalikan wibawaku yg sempat anjlok gara-gara apa yg kulakukan diketahuinya.“Sudahlah mbak Nia cuma aku yg tahu kok!” katanya sambil matanya melihat apa di balik rok yg masih belum kuangkat, saat aku akan membetulkan rok ku Kevin sudah mendekapku dari belakang.“Lepaskan!” teriakku.“Lepas mas, aku sudah punya suami…” aku kembali berteriak memohon agar dilepaskan, tapi tangannya terlalu kuat mendekapku dan kurasakan tonjolan di bawah perutnya digesek-gesekkan ke pantatku. Aku bekerja di salah satu BPR di Surabaya. Bokep indo heb…. Ya sudah suruh masuk” kataku sambil membayangkan seperti apa laki-laki yg akan segera menemuiku.Terdengar ketukan pintu dan akhirnya pintu dibuka oleh Yuna sambil mempersilahkan laki-laki itu masuk.“Mbak Nia?” katanya sambil menyapa.“Saya Kevin yg kemarin menelpon mbak” katanya bersambung.“O.. aak” katanya sedikit bergetar.Memang meskipun sudah bersuami aku yakin kalau mekiku masih keset mungkin karena kontol suamiku yg kurang besar atau kontol Kevin yg memang gedhe.“Oo… aack… sentak… mas…” kataku agar dia lebih keras menyentakkan sodokannya, saat Kevin mulai mempercepat gerakannya dan kali ini aku pun mencoba mengimbangi goyangannya dengan menyambut gerakan maju-mundur sodokannya yg memang dahsyat.Entah berapa lama dan berapa posisi kami merasakan kenikmatan kontol dan meki ini, tapi















