Yacchhh.. 400.000,-. Bokep barat Accchhh”. “Ok deh Pak, eh Fais”, sambil tersenyum Laura langsung menggandeng tanganku. Mungkin karena mereka terlalu fokus memperhatikan hasil pekerjaanku, mereka tidak menyadari (atau memang sengaja?) kalau di bawah meja, aku sedang menikmati apa yang seharusnya mereka tutupi.Karena takut mengundang kecurigaan dari teman sekerjaku, terpaksa aku kembali duduk dan menerangkan tentang cara kerja di PT. Aku terus merangsangnya, dan mencoba membuka celana jeans yang dipakainya, lantaran jeans yang dikenakannya sangat ketat, aku kesulitan untuk membukanya, untungnya Laura mengerti, dengan agak mengangkat pantatnya, dia mulai mencoba menurunkan jeansnya sendiri. Bel istirahatpun berbunyi, dan kami langsung menuju kantin untuk makan siang.Baru saja aku selesai makan, Laura mendekatiku dan berbisik “Besok Bapak saya tunggu di Hero sekitar jam 10.00 pagi, ada yang ingin saya bicarakan, saya tunggu didepan ATM”. Teruuzzss.. Akhirnya spermaku keluar di dalam kehangatan lubang memeknya.,,,,,,,,,,,,,,,,,, “Ngga juga, Laura seneng saja kalau deket ama Fais, kenapa ya?” “Mau tahu jawabannya”, candaku. he..).Tanganku mulai berusaha membuka kaosnya, karena aku tidak mau pandanganku yang tertuju kepada kedua payudaranya, terhalang oleh kaos yang ia kenakan. Karena rangsangan yang dia terima makin hebat, pantatnya bukan hanya digoyang-goyangkan, tapi malah diangkat-angkat ke atas, mungkin tujuannya agar lubang memeknya yang lebih dalam ikut tersentuh oleh lidahku.Dengan bantuan jari-jariku, aku terus mengaduk-aduk isi memek Laura, aku sentuh















