Dan perbincangan dengan Chie sebelumnya akan makna keperawanan membuatku semakin hanyut dalam percintaan itu. Bokep Indo Live Aku juga seperti dia.Seperti Jay. “Chie akan menikah enam bulan lagi.”
Ah? Tertawa kecil. Berteriak-teriak protes di sisi kupingku, karena menurutnya, seandainya saja saat itu tidak ada rencana yang sudah terbentuk, ia pasti sudah melayangkan bogem mentahnya ke rahangku. Dan aku masih sering menghubunginya. Sibuk memburu keperawanan bidadari-bidadari lugu. Ah, Chie. Ironis. Jay memandang mataku, dan melengos ke arah lain. Aku hanya tertawa saat kepalannya menyentuh lenganku. “Pulang dulu, ya?” ucapku, membuatnya menarik kepalanya dan meruncingkan bibirnya. “Kenapa tidak terus, Ray?”
“Aku… aku akan membiarkanmu dalam dosa-dosamu.”Kulangkahkan kakiku meninggalkannya. Demi Tuhan. aku mau keluar..”
“Di dalam, Ray..”
“Jangan!”
Chie mempererat rangkulan kaki-kakinya di pinggulku, mengangkat pinggulnya dan menekannya kuat-kuat, batang kemaluanku sekejap nyeri merasakan tekanan itu, dan tanpa bisa kutahan lagi, kepalaku terangkat dan spermaku tersembur keluar.















