Tapi tidak demikian halnya dengan Ayu. terus.., aahh..!”Aku pun mulai merasakan hal yang sama, “Yu, aku juga mau keluar, di dalam atau di luar..?”“Keluarin di dalem aja Sayang… ohhh.. Bokep barat Beberapa menit kemudian ia terangsang lagi, lalu tanpa buang waktu lagi kutekan pantatku sehingga batang kemaluanku masuk semuanya ke dalam lubangnya.“Pelan-pelan Ton, masih sakit nih..!” katanya meringis.Kugoyangkan pinggulku pelan-pelan, lama kelamaan kulihat dia mulai terangsang lagi. Lalu ia menarik tanganku menuju ke kamarnya, tapi aku melepaskan pegangannya lalu menggendongnya dengan kedua tanganku.“Aouww Ton, kamu romantis sekali..!” katanya sambil kedua tangannya menggelayut manja melingkari leherku.Kemudian kuletakkan Ayu pelan-pelan di atas ranjangnya, lalu aku menindih tubuhnya dari atas, untuk sesaat mulut kami saling pagut memagut dengan mesranya sambil berpelukan erat. Ayu menggoyang-goyangkan pinggulnya dengan liar seakan-akan tidak mau kalah dengan permainan lidahku ini.“Oohh esshhh aaouuw uuhh teeruss.., lebih dalemm, oohhh.. Geli-geli nikmat..!”“Udah ah, jilati aja memek aku Ton..!”“Oke boss.., siap laksanakan perintah..!”Langsung saja kubuka paha lebar-lebar, tanpa menunggu lagi langsung saja kujilat-jilat klitorisnya yang sebesar kacang kedele. Jangan-jangan ini cewek simpanan, pikirku.Sambil aku berkeliling, Ayu berkata, “Mau minum apa Ton?”“Apa saja lah, asal bukan racun.” kataku bercanda.“Oh, kalau gitu nanti saya campurin obat tidur deh.” kata Ayu sambil tertawa.Sementara ia sedang membuat minuman, mataku secara tidak sengaja tertuju pada rak VCD-nya, ketika kulihat satu















