Kali ini kami saling berpelukan sambil berbaring bersisian.“Ndun, Ibu udah lelah banget. Wah, gak tahu kenapa, aku merasa senang juga diperhatiin sama anak itu. Bokep indo viral Entah kenapa sekarang di usia yang sudah lebih 42, aku justru tergila-gila mengulum batang suamiku. Aku segera berdiri mengangkang di depannya dan memegangi dua tangannya untuk menariknya berdiri. Dan, deg! Aku termasuk dekat dengan ibu Eki. Aku juga melepas cd ku karena lembab yang luar biasa di celah tempikku. Anda akan mendapatkan anak ketiga,” kata dokter itu riang.Kami mengucapkan terimakasih atas ucapan itu, dan sepanjang jalan pulang tidak berkata sepatah kata pun.Setelah itu suamiku tidak menyinggung masalah itu lagi, bahkan dia memberi tahu pada anak-anak kalau mereka akan punya adik baru. Aku khan sudah membukit kayak gini..”Eki blingsatan.“Sekarang masih iya..” jawabnya sambil membetulkan celana.“Idiiih…. Nanti kamu terlambat lho sekolahnya,” kataku sambil tersenyum.Eki mencari-cari pakaiannya. Mukaku memerah. Takutnya kalau positif.Hingga pada suatu pagi aku melakukan test kehamilan di kamar mandi. Dia diam seolah-olah mencoba mendengar apa yang ada di dalam rahimku. Eki menunduk menatap wajahku di bawahnya. Kedua payudara membesar. Malah jadi kangen sama kamu. Kami terdiam selama berepa menit sambil berpelukan. Semua bra yang kucoba sudah tidak muat lagi, padahal bra yang kupakai adalah ukuran terbesar yang ada di toko. Aku tetap sayang sama Ibu.










