Tak lama pak Muklis pun masuk. Dengan gontai dan perasaan yang tidak tenang akupun datang ke ruang Pak Tommy.Tok… tok… tok ku ketuk pintu ruang Pak Tommy.“Masuk” terdengar teriakan Pak Tommy dari dalam ruangan.Aku pun masuk, dan Pak Tommy mempersilahkanku duduk. Bokep Arab Sambil mengarahkan kepalaku dengan tangannya keaarah penisnya, Pak Tommy mengatakan“Ayo… kulum kontol bapak…!!!”Dengan perasaan jijik, akupun memenuhi permintaannya. cairan putih kental yang berbau tak sedap itu pun menyembur ke wajah dan mulutku. mmaaf pak, saya belum mampu membayarnya…” jawabku terbata-bata.“Kebutuhan saya banyak sekali, dan uang gaji saya saja tidak cukup”Tak terasa, air mataku mulai meleleh.“Iya, saya tau… tapi masalahnya, kantor ini juga butuh biaya. Rasanya sungguh perih, walaupun telah dibantu oleh cairan pelumas itu. Saya pasti akan bayar. Aku ingat, bahwa aku harus menghidupi anakku.Akupun pun bekerja pada sebuah biro konsultasi psikologi, mengingat aku adalah sarjana psikologi.















