Mungkin ‘klien’ baru, pikir Cinta. Sambil tergagap ia hanya menjawab singkat, “Gue musti buru-buru nih, gue musti balik lagi ke kantor”. Bokep jepang Lenguhan itu semakin panjang ketika Rido mulai menggerakkan pinggulnya. Cinta tahu itu, sehingga selama Rido masih ada di kamar kosnya ia merasa tak ada gunanya memakai pakaian dalam. Lama tidak mendengar komentar dari Cinta, akhirnya Om Ridwan pun melanjutkan kata-katanya. Jawabannya tidak juga. Cinta sedikit berbisik, kemudian berjalan menjauhi kekasihnya. Jika anda ingin saya membuka paha, maka kuraslah isi dompet anda. “Masih belum ngerti sih Om, tapi mirip-mirip kok sama versi lamanya”. Keduanya tertawa bak kenalan lama yang sudah lama tidak berjumpa. Keduanya pun lalu saling berjanji untuk saling menutup mulut dan tidak akan membuka rahasia masing-masing. “Oh dikit lagi wisuda dong?”. Keberadaan sang istri disampingnya seakan dianggapnya tak ada. Rambutnya yang mulai jarang dan sedikit memutih, menunjukkan kalau ia adalah sosok yang intelektual. Khusus untuk ‘aktifitas’ yang satu ini, mungkin tidak satupun dari sahabat Cinta yang akan pernah menyangkanya. Diantara gadis-gadis lain yang kebetulan ada disana, Cinta memang terlihat lebih mencolok. Setelan itu jelas terlihat mahal. Pembicaraan awal menuju ke sebuah pembicaraan inti. Cinta takut profesinya sebagai lady escort didengar orang tuanya. Detik itu juga Cinta merasa kalau langit telah runtuh diatas dirinya.















