Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. Bokep indo Aku hanya bisa terdiam terpaku. Enam bulan pun berlalu.Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami. Tapi Erik menahanku dengan kuat. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. tidaak!!” aku sangat malu melakukan posisi itu.Tetapi Erik tidak peduli dan melanjutkan kembali permainannya. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Kamu harus di hukum atas perbuatanmu barusan dan perbuatanmu 2 tahun yang lalu!!”Deg. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik. Dia pun menahan tanganku yang terikat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. Setiap kali tubuh Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya. Aku tidak pernah bertanya. Tak lama, Erik sudah habis melucuti pakaian wanita itu.















