“36 B”, jawabku. Bokep indo “Sebab saya mengagumi keindahan Mbak Vera, juga selera pakaian dalam Mbak”, aku berterus terang.Pembicaraan ini semakin mempererat kami berdua, seakan tak ada jarak lagi di antara kami. Lia adalah seorang wanita yang cantik dan penuh perhatian, sekilas tidak ada yang kurang darinya.Apalagi dia juga bekerja sebagai Manajer Marketing di sebuah perusahaan farmasi, jadi keluarga kami secara keuangan tidak punya masalah.Kehidupan perkawinanku yang selama ini kuanggap bahagia itu ternyata semu belaka. Benar-benar enak Mas”, Vera memejamkan matanya. Saking gemetarnya aku sampai terbentur meja ketika hendak bangkit.“Hi-hi-hi.. Susunya cuma keluar empat bulan saja, sekarang sudah tidak lagi”. Maaf, saya cuma mau bilang kalau Mbak Vera.. Jarang lho Mas, ada pria dengan status sosial seperti Mas yang sudah mapan dan berpendidikan namun masih mau mengepel rumah”.“Ha-ha-ha..” aku tertawa gembira, “Rupanya bukan cuma saya yang memperhatikan kamu, tapi juga sebaliknya”. Seluruh lekuk kemontokan tubuhnya seakan memanggil birahiku untuk naik. “Hmm.. Mas Aldi!” jerit Vera malu-malu. Kalau urusan cantik, pasti aku pilih Lia, namun ketika aku melihat wajah Vera, maka aku membayangkan bintang film BF.















