Tangannya bergantian meremas rambut dan mencengkram punggungku.Ku dorong tubuh Gisell agar terbaring di kasur. Bokep indo viral Udah ditolongin pinjem handphone, sekarang ditolongin sampe dianterin…”“Udah, tenang aja…” Balasku.Hari sudah semakin pagi, hujan sudah selesai berganti kabut tipis yang menutupi jalan. Ternyata Gisell menyiapkan kondom untuk pertempurannya denganku. Bisa dibilang, ia termasuk wanita yang awalnya aku kira tidak akan pernah bisa aku tiduri.Aku meminta Gisell untuk berdiri, ku tarik tangannya perlahan, mengarahkannya ke luar kamar. Siapa tau besok malah banyak rejekinya.” Hiburku seadanya. Gisell berdiri di depan kamarku, mengenakan piyama tipis dengan rambut yang terikat.“Aku gak bisa tidur…” Ucapnya manja.“Yah, terus gimana? Gisell mencapai klimaks untuk yang ketiga kalinya. Kali ini giliran kami beristirahat sambil menikmati sisa sisa kenikmatan duniawi yang baru saja kami dapatkan bertubi-tubi.Ku dekap tubuh Gisell, ku kecup lehernya dari belakang. Daripada sendirian, kalau ada orang jahat, bisa repot…” Tawarku.“Gak usah repot-repot, mas. Itu pun gak tau masih serumah atau udah pisah…” Jawabnya sedikit kesal.Aku pun tidak berani untuk banyak bertanya.Setelah pintu gerbang yang bisa dibuka otomatis dengan remote dari dalam tas Gisell terbuka, mobilku pun ku masukan lalu parkir di depan pintu masuk rumahnya.Rumah bergaya minimalis, dua lantai dengan cat berwarna putih terlihat suram tanpa penghuni, kebun kecil di depannya pun kurang terawat karena banyak tanaman yang mati dan layu.“Akhirnya sampai…”















