Reza…,” Aku menghisap leher Reza, membuat Reza semakin erat mendekap dan menjambakiku.Udara didalam rumah yang pengap membuat tubuh kami yang saling menyatu menimbulkan suasana panas bergelora. Tugasku sebenarnya tidak sulit, hanya ikut memantau tim sukses Ayahku bekerja sebagaimana mestinya. Bokep indo Kalo ayu kan buat cewek kak”“Moso?” tanyaku sambil mendekatkan wajahku“Iya,” Reza juga memajukan wajahnya, kali ini dia mulai beraniCup, kecupan, kecupan kecil, berganti lumatan, berubah jadi hisapan, lidah kami saling beradu di dalam bibir kami, Reza merangkul leherku, kupeluk dia, kuusap punggungnya. Usiaku yang menginjak 22 tahun sudah cukup mengerti, untuk sedikit banyak tau seluk beluk kehidupan politik di negeri ini. Hehe. Ooooh……! Untuk jadwal kampanye di serahkan kepada Aku dan Ibuku untuk mendesign acara sesuai keinginan kami. Ya, kuambil dompet yang ada di kantong belakangku, memang isinya tidak banyak hanya sisa sisa kembalian, pecahan 10ribu dan 5ribu yang mendominasi dompetku keluarkan semua uang yang ada di dalam dompetku.Lembar demi lembar berpindah tangan ke tangan biduan tersebut,“Namanya siapa mas?”“Jhon mbak.”“Oke mas Jhooon, matur nuwun sawerannya maaaaaass Jhon,”sembari tersenyum genit khas biduan dandut koplo.Aku hanya membalasnya dengan senyum,“Sukses terus buat Bapak Roni dan pasangan semoga jadi Bupati yang selanjutnya,” Doa sang biduan tersebut.Lalu sebelum saweranku habis, Aku berbisik,“Aku tunggu di belakang ya.”*****
Saweranku habis, aku mundur dari depan panggung gabung kembali dengan rombongan keluarga,















