Sengaja kamar mandinya tdk kukunci dgn harapan siapa tahu Bu Sun pun berbuat yg sama seperti tadi, tapi…, kupikir mana mungkin.., jadi segera saja kubuang jauh jauh pikiran itu dan sambil mandi kubayangkan tubuh Bu Sun yg walau sudah berumur dan payudaranya yg terlihat sedikit karena tertutup tangannya tdk begitu besar kira-kira 36D serta sudah agak turun dan memeknya yg tertutup tangan satunya jg mempunyai bulu yg lebat tetapi menurutku masih cukup mempersonaku, sehingga meriamku menjadi bangun dan menjadi lebih tegang ketika batangnya kugosok-gosok dgn sabun.Sampai mandiku selesai, ternyata harapanku tinggal harapan saja. BokepJepang sana buu.., ambil alat kerokannya”, tambah Pak Sun dan segera saja Bu Sun pergi meninggalkan kamarku.Tdk lama kemudian Bu Sun mencul kembali dan dikedua tangannya telah membawa alat kerokan dan segelas air minum serta obat tolak angin dan sambil meletakkan barang bawaannya di meja, Bu Sun mengatakan.“Paakk…, lebih baik kaosnya dibuka saja”, katanya dan Pak Sun yg masih menemaniku di kamar terus menimpalinya. Aku dan istriku benar-benar dibuat surprise dan tdk terbayangkan sebelumnya, orang-orang yg ada di rumah itu begitu hormat kepada keluarga Pak Sun dan yg lebih mengherankan lagi, rumahnya begitu besar dikelilingi tanaman buah-buahan dan ada pendoponya yg luas serta di salah satu sisinya ada seperangkat Gamelan Jawa.















