Saat itu di sana sudah mulai suasana Natal, teman-teman yang sudah termasuk pulang sekamar-ku, aku dan Widya pun bersiap-siap akan pulang liburan juga. Dan si botak berkata kepadaku, “Hei, sudah bangun ya, pacarmu boleh juga, kami pinjam dia sebentar ya, baru pergi”, dia berkata sambil sambil-nepuk pipiku, aku mau berontak tapi tak bisa apa-apa. Bokep Arab ha.. ha..!” ejek mereka.Hatiku benar-benar serasa mau meledak tapi aku tidak bisa apa-apa. Dia seorang berparas cantik bagaikan artis-artis Asia Timur, berkulit putih bersih, tinggi sekitar 165 cm, badan langsing dan padat, lurus panjang sedada dicat merah.Kami melewati hari-hari kuliah dan kehidupan muda-mudi di sana dengan gembira sampai akhir tahun 1998 yang lalu. Dan memang kabarnya daerah itu memang aman karena lokasinya tidak jauh dari tempat mangkalnya geng-geng dan tidak begitu. Aku jadian dengannya sudah sejak kelas 3 SMA, dan mulai berhubungan dengan badan sejak di sini.















