Dengan irama yg teratur, diselingi sentakan dan tekanan pada vagina istriku, kubuat istriku makin terlena.“papa, ayo bareng2?,ucap istriku merajuk.“iya,sayang..bentar yah”,jwbku sambil mencium kening istriku.Tetap kuteruskan ayunan pinggulku, ku lesakkan terus menerus penisku ke vagina’nya.Sampai pada satu titik, kurebahkan dadaku hingga menempel di dada istriku, kuatur kakiku lurus sejajar dgn istriku.Istriku mengerti dan memeluk pinggangku dgn kedua tangannya.Dgn gerakan yg seirama, kami berdua berjuang mencari satu titik yg sama.Titik yg jadi final dari tiap percintaan. Bokep indo Merasakan gelagat itu,istriku sempat membuka matanya dan menatap ku tajam, tp ku tak terlalu menghiraukan, dgn lembut kubelai rambut istriku dan menempelkan ujung penisku dibibirnya.Lumatan Nakim yg liar membuyarkan tatapan istriku, gejolak nafsu kembali melanda, dgn menoleh ke kiri,diraihlah penisku masuk ke mulutnya.Kepala dan pinggul istriku terjebak dalam sensasi nikmatnya memberi dan menerima. Nakim mengangguk cepat. Tak ada yg berubah saat suatu hari aku mampir ke toko kaset tanteku. Istriku tertawa menggodaku, aku pun ikut tertawa.Sampai dirumah, Nakim spt biasa membukakan pintu,menyambut kami dgn santunnya. Tak segan sesekali kuremas dgn lembut dada istriku utk meyakinkan Nakim bhw obat perangsang yg ia taruh dalam teh manis tadi sudah bekerja.Kuberi isyarat agar Nakim mendekat, ia pun menurut, kini tubuh istriku berada tepat didepannya.















