yuk pulang” berasal dari luar kostankukami tersadar dan segera berdiri memakai pakaiansetelah berpakaian aku tersenyum pada rida“terima kasih ya rida sayaang, pengalaman pertamaku yang sungguh hebat”“aku juga ya angga, hebat kamu, aku puas, hihi” jawabnya sambil menciumkudan berlalu pergi keluar kamar kostkudisaat mobil rombongan dangdutnya berangkat pergi,aku baru menyadari belum sempat meminta nomor telponnyatidak punya akses untuk bertemu dengannya lagitapi walaupun begitu dia tetap meninggalkan kenang – kenangan buatkusebuah celana dalam putih yang aku simpan sampai saat ini. Bokep indo pinjam kamar mandi sebentar ya, si rida katanya mau numpang kencing”“rida siapa mas?” jawabku“itu, yang nyanyi barusan” sambil nunjuk biduan seksi berbaju kuning idamanku“oh, iiiiya boleh mas” jawabku dengan gugup“bantu ya angga, dia sedikit mabuk” pinta mas har“sip mas” jawabku“aku lanjut goyang dulu, bentar lagi dangdutannya mau abis” kata mas har sambil berlari kedepan panggungrida berjalan ke arahku sempoyonganaku mendekatinya dan langsung membopongnya berjalantercium bau minuman keras dari mulutnyaSaat membopongnya aku jadi tambah bernafsuaroma keringatnya membuat birahiku naiktubuhnya yang hangat menempel ke tubuhkudan tonjolan dadanya terasa disamping badankuaku perhatikan matanya yang tertutupdan aku pikir dia tidak sadar karena mabuk“inilah kesempatan emasku” pikirku mesumaku tak mampu menahan keinginan untuk mencium lehernyadengan pelan-pelan aku hirup aroma lehernya yang dihiasi anak rambut yang tipisoh, sungguh memabukkankutak terasa sampai didepan pintu kostankuaku buka pintu dan tanpa buang















