Sebelum jam pulang Bu Meli memanggilku lewat sekretarisnya. Aku sangat beruntung bisa menikmatinya, batinku.Mr.Happyku tanpa dikomando kembali menegang melihat pemandangan indah itu. Bokep barat ada masalah?”, sapaku sembari menuju kursi didepan mejanya. Kupikir dia kesakitan, tapi ternyata tidak. Aku kaget dibilang bisa nenangin seorang wanita seksi dan secantik bu meli”, balasku gagap.“Ndy nanti temenin aku makan siang di Hotel ya.. Seneng sih, tapi juga penuh tanda tanya. “Jangan terima kasih dulu Bu, soalnya ini belum apa-apa, nanti Andy kasi yang lebih dahsyat”, sahutku. Saking keseringan aku menghadap keruangannya, aku mulai menangkap ada nada-nada persahabatan terlontar dari mulut dan gerak-geriknya. “Bener ya Ndy, puasin aku, sudah setahun aku nggak merasakan orgasme, suamiku sudah bosan kali sama aku”, bisiknya agak merintih lirih.Hanya berselang lima menit kugiring tubuh Bu Meli duduk diatas pinggulku. Seneng sih, tapi juga penuh tanda tanya. Kulihat matanya berbinar-binar. Happyku. Walaupun cantik, tapi banyak karyawan yang tidak menyukainya karena selain keras, sombong dan terkadang suka cuek. “Bener ya Ndy, puasin aku, sudah setahun aku nggak merasakan orgasme, suamiku sudah bosan kali sama aku”, bisiknya agak merintih lirih.Hanya berselang lima menit kugiring tubuh Bu Meli duduk diatas pinggulku.










