Ohh.. Bokep barat Enak.. Ia membaringkan badannya. Kulihat Erma sedang berdiri dan mulai membuka kancing gaunnya. Ia mengenakan gaun hitam panjang dengan belahan sebelah setinggi lutut. Ennggh..” katanya.Kupotong kata-katanya, “Anto,” sahutku.“Ya, Mas Anto. Emangnya apa bedanya?” tanyaku.Ia tersenyum saja. “Kebetulan ada kamu. To.. Kesan yang timbul padaku, bahwa ia pun menyukaiku lebih dari sekedar PSK dan pelanggannya.Beberapa hari kemudian, pada suatu siang aku lewat Tanah Abang lagi. Anterin ke Pasar Minggu yuk. Melihatku kelihatan ragu dia bertanya, “Mau istirahat lagi?”“Boleh deh,” kataku mengiakannya.Dia tidak jadi pulang dan kembali kami berkencan di hotel yang sama. Aku mau beli gelang kaki di toko emas langgananku. Dulu aku punya, namun putus dan kujual,” jawabnya.Akhirnya kami berjalan ke depan menunggu Metro Mini yang ke arah Pasar Minggu. Setelah beberapa lama ia menghentikan aksinya dan berbaring telentang.















