Badanku kayak kejang semua jadinya.“Mas, mau kan sama Dewi? Bokep jepang Lancang nanya.”
“Gak papa.., kalo mas sendiri?” Lhahh, dia balas nanya
“Belum mbak, pacar aja gak ada. “Ohhhh…, Wii.., Dewiii.., sudahhhh…, sudahhh, aku nggak tahannnnn” aku menceracau sejadi-jadinya. Yang heran, tumben warnet sepi banget (padahal tahun2 segitu saat orang jarang punya modem sendiri, warnet tidak pernah sepi). Sehat tuh, rasanya emang agak asin sihh. Dewi mulai mendesah lirih, aku tambah ritmenya. “Mbak cantik banget dehhh”
“ahhh mass…., makasih juga. “ tanyaku lagi
“Nggak, tadi lihat warnet jadi pengin mampir. “Masss…, ayo masukin aja ya…, udah nggak tahan nih..” Dewi bersuara lirih. Aku turut bersyukur saja. “Tapi, hatiku sedih sekali, makanya kadang kalo pulang kerja aku ndak langsung kerumah. “Mbak…, masukinnya gimana nih??”“Ehh.., iya ya mas…., gimana kalau dari belakang saja? Apalagi tangannya sambil menyenggol bahuku… beuhhh.















