pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Bokep indo Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. Erik melihatku dengan penuh nafsu. “Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Erik melihatku dengan penuh nafsu. Mukaku terasa panas. “Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Aku tetap melihat perbuatan Erik tanpa berkedip sambil berlinang air mata.Erik masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. Wanita itu mengerang dengan keras. Aku pun mengenakan gaun berwarna putih yang baru dibelikan Erik. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” Jangaan!!”, aku berteriak ketakutan.Terlambat, aku sudah telanjang total. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. Yang paling menyedihkan adalah, aku















