Dhea masih menangis dan gemetar. Wajah Dhea memancarkan rasa panik dan takut, dan aku terus memperkosanya sekuat tenagaku, seakan-akan itu masalah hidup dan matiku. Bokep barat Aku terus meraba vaginanya, sampai aku tidak tahan lagi, dan langsung kutarik celana dalam Dhea sampai lepas. Aku terus menghentak- hentak di atas tubuh Dhea, dengan kecepatan yang brutal, dan tubuhnya yang mungil terbanting- banting karena gerakanku. “Lo masih perawan tidak Dhea? Kutarik lagi penisku dan kumasukkan jariku, dan merasakan jepitan vagina Dhea yang hangat yang membuat penisku ingin merasakannya juga. Masih? Dhea langsung menurut dan segera kuikat tubuhnya, menutup mulutnya dengan plester, dan mengikat pergelangan tangannya di belakang. “Bukan gitu sayang, lo musti buka lebih lebar lagi..”
Aku tekan penisku di belahan vaginanya yang masih mungil. Kamar tidur orang tua Dhea ada di lantai dasar. Rencanaku akan kuperkosa Dhea sementara orang tuanya tidur di kamar mereka. Kepala Dhea terbenam ke lantai. Sekarang kutarik lagi rambutnya, membuat kepala Dhea terangkat. Dia ternyata tidak basah sama sekali.















