“Tenang Ra, paling sakitnya sebentar, nanti juga enak” kataku menenangkan.“Enggak Yan, sakit banget, bisa elo cabut dulu gak” pinta Rara sambil menahan sakit. Kamu tuh lagi mabok, belom sadar bener. Xnxx bokep “Tuh di ruang tamu, aku punya kasur cadangan kok” jawabku.“Kamu dah makan malem ?” tanyaku. Aku memandangi Rara kemudian memeluknya. Aku memang punya kasur cadangan untuk persiapan kalo ada keluarga ato teman yang mau manginap.“Ra kamu tidur di kamar aku aja ya, tuh aku dah siapin” kataku ke Rara. Shit, ternyata Rara tidak pakai bra, pantas saja tadi waktu payudaranya aku remas dari luar terasa kenya sekali.Saat aku mengelus-elus punggungnya, aku elus juga bagian samping tubuhnya sehingga panggkal payudara ikut terelus. Rara hanya memandangku sambil menggigit bibirnya.Saat penisku sudah masuk 1/2 Rar memekik “AKhh…sakit yan” . Kadang tanganku mengelus memeknya. Hmmm… memang lebih banyak daripada darah perawan yang pernah aku liat.“Yan kok berdarah sih ?” tanya Rara panik. Rara melenguh kecil “Uhh….” sambil menekan selangkangannya kearah selangkanganku.Setelah beberapa kali mengelus bagian belakang sampai meremas pantatnya, aku meremas dadanya. Aku juga membuatkan dia teh hangat. butuh sesuatu ?” tanyaku.Rara cuma diam tapi kemudian rebahan disampingku, bahkan dia menarik selimut yang aku pakai supaya dia kebagian.“Kan aku dah bilang yan, aku lagi butuh ditemenin.















