Aku terperangah malu tertangkap basah seperti itu.“Sori, Mbak!”“Kau bilang sori, tapi terus menatap dadaku. Bawa aku ke kamarmu segera!” desah Mbak Marissa.Aku tak segera bergerak. Bokep barat Aku yang membukakan pintu. Bias kucium harum tubuhnya.“Saya bisa kasih mbak lilin lagi kalau mau,” jawabku, aku bersiap bangkit dari kursiku.“Nggak usah,” Mbak Marisa menahanku. Aku membuka selot dan membuka pintu. Bawa aku ke kamarmu segera!” desah Mbak Marissa.Aku tak segera bergerak. Mereka akan berada diBanjarmasin sampai minggu depan. Kadang sampai 2 kali sehari, kadang pula sampai harus membuatku membolos sekolah.Affairku dengan Mbak Marissa berlangsung terus sampai menjelang kedatangan suaminya. Sering diam-diam aku menatapnya dari kejauhan manakala ia bekerja di taman kecil kebun di depan rumahnya. Aku yang membukakan pintu. Dan tiba-tiba rumah jadi gelap gulita. Sudah biasa ditinggal pergi Mas Fredi,” ia menatapku tajam, mengerling sekilas dan berbalik meninggalkanku.“Sudah, ya, aku balik dulu” ia pamit. Rambutnya lurus panjang. Mbak Marisa berdiri di sana.Ia pasti masuk lewat pintu terobosan di belakang yang tidak terkunci..“Punya lilin?” tanyanya. Pukul 9 lebih sedikit. Pukul 9 lebih sedikit. Tapi aku tahu kau menyukaiku.















