Dengan sedikit gugup-diiringi tawanya yang tiada henti-akhirnya aku berhasil membuka semua pakaian yang dikenakan olehnya. Bokep Arab Mau tidak ? Mendesah dan mengerang. “Apa yang akan terjadi selanjutnya?” tanyaku lirih. Ia menatapku. Kikuk, kuraih tangan kanannya dengan jemariku. Aku merasa malu sendiri. Ia sudah melepas cardigan birunya. Kulepas jasku dan meletakkannya di atas buffet, lalu aku berjalan menuju bar kecil di ruang dapur. Kulihat ia memperhatikan rumah kecilku dengan seksama. Seperempat jam kemudian setelahnya, kami sudah saling bercanda tentang setiap orang yang menghadiri resepsi tersebut. Ia meraih tangan kananku, dan meletakkannya di permukaan bulu kemaluannya. Matanya menatapku. Ia menjambak rambutku. Waktu itu kulihat ia berdiri sendiri di depan pintu lorong yang menghubungkan ballroom dengan dapur. Kali ini senyumnya melebar. Instrumental Love Songs. Tangan kanannya lalu turun dan meraih batang kemaluanku yang tegang.















