“Soalnya saya juga mau”, kataku tanpa rasa dosa, lalu kami bertiga tertawa keras-keras. BokepJepang “Matamu!” umpatku pelan. “Masuk Deni, ini ada Reza”, katanya dari dalam kamar. Kukulum dan kuhisap kuat-kuat kemaluannya. “Jujur aja Aryo, ada apa?”
“Oke deh, Aryo akan jujur. Sepulang kuliah aku langsung masuk ke dalam kamarku, dan tiduran di atas ranjang. Dalam perjalanan pulang aku bercakap-cakap dengan Aryo. “DJ, kamu di dalam?” kataku. Kemudian Aryo membuka satu persatu kancing bajuku. “Beres deh Tante, ‘ntar kalo si Aryo nakal biar Deni cubit”, kataku sambil menggelitiki pinggang Aryo. “Enak aja minjem, ini tuh barang dagangan.”
“Ayolah Jay..”, rayuku.Akhirnya rayuan gombalku membuahkan hasil. “Nggak pa-pa sih, Aryo kira Mama ngomong yang aneh-aneh tentang Aryo ke Mas Deni”, kata Aryo.Kupandangi bocah kelas 2 SMU itu, manis banget nih anak, pikirku. Setelah kutekan bel sekali, kakaknya mucul dengan ditemani Billy, anjingnya. “Eh DJ, aku mo dipinjemin yang mana nih?” tanyaku. Sepulang kuliah aku langsung masuk ke dalam kamarku, dan tiduran di atas ranjang. Aryo menjerit tertahan. Lalu tanpa di komando kamipun mengulangi permainan yang telah kami lakukan tadi, bahkan kali ini jauh lebih dahsyat dari yang pertama hingga kamipun seperti kehabisan tenaga saat permainan di ronde kedua, dan kamipun tidur pulas sambil berpelukan.















