Tapi semua itu setahu suami saya lho. Bokep indo Sudah dijual si penodong.Saat mau pulang, saya hampir bertabrakan dengan Pak Bambang di koridor kantor Polsek itu. Berkali-kali. Kedua paha saya yang masih rapat dipisahkannya. Setiap akhir pekan–bila tidak ada kerja di luar kota–seringkali kami habiskan dengan makan malam di salah satu resto ternama di kota ini. Sore hari saya datang. Sementara dadanya yang hitam membusung. Saya hanya bisa diam saja ketika Pak Bambang masih menggoyang. Bahkan, tidak jarang pula Iwan terlibat permainan catur yang mengasyikkan dengan Pak Bambang bila ia datang pas ada Iwan di rumah.Ketika suatu kali, suami saya ke Jakarta karena ada urusan pekerjaan, Pak Bambang malah menawarkan diri untuk menjaga rumah. Sekali waktu, saya keceplosan. CD juga sudah tanggal. Dua orang anaknya sudah berumah tangga, sedangkan yang bungsu sekolah di Bandung. Datanglah ke rumah. Pertemuan kedua, di kantor polisi. Tentang motornya yang sudah baik, tentang istri yang minta cerai, tentang dirinya yang disebut orang-orang suka menanggu istri orang. Bergelar insinyur, ia berkerja pada perusahaan jasa konstruksi. Iwan namanya. Di atas ranjang kayu itu saya disuruh berbaring.“Maaf ya,” katanya ketika tangannya mulai menekan perut saya.Terasa sekali jari-jari tangan yang kasar dan keras itu di perut saya. Perlahan ujungnya masuk. Tubuh saya mengejang.Dengan sedikit sentakan, maka muncratlah.















