“Don’t miss him?”
“Ngapain lagi?” aku tertawa ngakak. “Itu mah udah ML lagi!”
Aku juga tertawa, “Maklumlah. BokepJepang Sa-sakit, Fung.” Aku berusaha untuk melepaskan diri. Namun tidak ada kelembutan dalam suaranya yang seperti biasa. Perlahan, ia melepaskan cengkramannya pada bahuku. “Ngapain kok kasar?”Seperti disiram air sedingin es, Fung tersadar. Yah, karena internet, selain merupakan teknologi yang penting, juga merupakan suatu hiburan yang sangat menarik bagi seseorang sesuai dengan bagaimana caranya ia menggunakannya.Oh, ya. Bibirnya terasa basah dan hangat. Yah, karena internet, selain merupakan teknologi yang penting, juga merupakan suatu hiburan yang sangat menarik bagi seseorang sesuai dengan bagaimana caranya ia menggunakannya.Oh, ya. Lalu menjalar ke leherku. Mana ngerti yang lainnya selain saling buat enak?”Dia menghentikan mobilnya. Yang membuatku sangat terkejut, ternyata komunitas homoseksual di kota ini jumlahnya lebih banyak daripada yang bisa kuperkirakan, walaupun aku memilih untuk tidak langsung membuka diriku begitu saja kepada semua orang di komunitas ini.Pria pertama yang kutemui adalah seorang pemuda kuliahan semester terakhir yang bekerja paruh waktu disebuah perusahaan swasta. Selian itu juga, aku ada mengikuti les bahasa Mandarin untuk persiapanku entah untuk keperluan apa saja di masa depan. Namun tidak ada kelembutan dalam suaranya yang seperti biasa. Seorang pemuda yang berumur sekitar 23 tahun, lebih tua dariku sekitar 3-4 tahun pada saat itu.















