Aku balas menyapanya sambil berlalu menuju ruangan kerjaku. Tubuh Diana dalam posisi berlutut. BokepJepang “Sungguh.. will u..” kataku sambil bercanda dan mengibaskan tanganku seakan aku tidak begitu tertarik dengan gosip itu. Ada sedikit suara bisik-bisik singkat yang membuatku mengenali suara itu. “Oh iya.. Aku tidak menyebut akrab karena hubunganku dengannya memang hanya sebatas hubungan kantor dan di acara-acara luar kantor yang melibatkan orang-orang dari kantor (such as ultah-nya semalam). Terasa peluh di bagian leherku mengalir hingga ke dadaku. Oh iya, itu merupakan salah satu kebiasaanku untuk menghilangkan penat dan merenggangkan otot. Bagiku kata mabuk saja lebih cocok dibanding kata cinta. dia datang setelah jam makan siang.”
“Tadi sekretarisnya sudah confirm ke sini,” ujarnya lagi menambahkan. Sesuatu yang dengan jelas dan eksplisit direpresentasikan oleh bentuk dildo itu. Alasanku adalah karena toilet wanita di sana lebih jarang digunakan karena biasa hanya digunakan oleh tamu direksi yang wanita dan para sekretaris direksi saja (lagipula para direksinya adalah pria semuanya).Aku melintasi ruang kantor utama yang sudah kosong menuju ke bagian selatan lantai 4 ini. WOW!! Tentunya aku tidak bercermin di deretan wastafel tempat Diana dan Nina tadi karena ada semacam perasaan “emoh” tapi ingin menyentuh ataupun mendekati bekas tempat mereka “bermain” tadi.















