Lucky Fate asked for Delilah Day to get a job, so she knew the perfect thing that would make her quick cash… Bokep indo selling her pussy hair! But it was her own dirty little secret until Lucky told her that he heard girls were selling their pussy hair online… BUSTED! He thought it was all fun in games till he ordered some pubes for himself and suddenly Deliah’s phone got a notification. He at first was shocked, but after hearing how much dough she was making, he was proud of her now shaved money maker! He made sure to show his appreciation by fucking her hard. It was another great day at work for this entrepreneur!
“Yin, yang mau aku tanyain, kalau misalnya aku ngejar kamu gimana?”
“Tergantung,” jawabnya polos.Aku tidak banyak tanya lagi, kata “tergantung” sudah membuatku hilang semangat dan putus asa. Annie ternyata memilih untuk minum Brandy. “Jon, kamu belum puas kan, aku puasin yah?” Aku mulai gelagapan, jangan-jangan si Annie mau main di pesawat. Aku dulunya ada banyak cowok, tapi semua tidak cocok. Wanita yang duduk di sebelahku cantik sekali. Sambil mengulurkan tangannya dia berkata, “Nama saya Annie, nama kamu siapa?” aku agak bengong sebentar tapi kemudian menjabat tangannya dan menjawab, “Eh.. So sit down and enjoy our flight entertainment. Ciumanku mulai menjalar ke pipinya, kupingnya, dagunya dan lehernya. Akhirnya dia mendapat klimaks dan jeritannya cuma terdengar dalam mulutku. Kubenamkan kepalaku di bawah selimut dan dengan lahapnya kuhisap dan kujilat pentilnya sementara tanganku sibuk bermain dengan klitoris dan liang kemaluannya.Desahannya mulai agak cepat dan aku mulai takut ketahuan dan tertangkap. Aku sudah ngebet sekali nge-seks dengan cewek tapi sampai sekarang peruntungan masih belum ada.“Eh kamu pernah sekolah di SMP **** (edited) bukan?” tanyanya secara tiba-tiba. Sabukku dilepasnya dan celanaku ditarik sampai ke lutut. Aku masih tidak bisa tidur, memikirkan si Annie. “Kok ngeliatin kayak gitu sih Mas?” Mukaku langsung merah padam menanggung malu.
















