Today I picked up hot brunette Mells Blanco, who needed a lift back to college. When the sexy student tried to pay the fare, her card was declined, so she offered to suck me off instead! Bokep barat I found somewhere quiet to park the cab, and then I joined Mells in the backseat, where she deepthroated my rock-hard cock before taking a missionary-style fuck! Afterwards, I spooned the beautiful, all-natural Colombian, and then she straddled my lap and bounced her bald pussy on me in cowgirl. Still feeling horny, Mells got on her knees and invited me to bang her from behind in doggy position until I pulled out and spunked a creamy load all over her fine ass!
Nanti main bilyard yuk..? ah.. Kini aku baru mulai memperhatikan badannya, memang bener2 putih mulus tanpa noda. ”Ayolah Na.. ”Ayolah Na.. Lagi sibuk yah..??” tanyaku. Nana tambah mempercepat gerakan dan akhirnya dia juga berteriak. Dia minta padaku untuk berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama ini.Cukup sekali dan biarlah itu jadi kenangan indah saja. bagimana kalo ke Nine Ball Café..? Aku jadi nekad mencium pipinya. Aku tanya lagi”Kenapa nangis Na..?” akhirnya dia minta maaf padaku sampai terjadi ML denganku. ah… eh… Bri.. Cuma kangen aja dah lama ga ngobrol..” jawabku. ahhhhhh.. Kebetulan waktu itu sudah mendekati jam 5:30. Ada yang pengen aku omongin nih..” ucapku. eh.. Dia mulai membuka kancing bajunya satu karena merasa kepanasan, sehingga kadang aku mencuri-curi pandang melongok ke dalam belahannya yang ..gila.. dan perlahan tapi pasti kemaluanku amblas semua. Aku segera memotong obat perangsang Libidomax-ku dan menuangkannya kedalam gelas dia, mungkin aku menuangkan hampir 1/2 takaran. Aku sampai bingung dibuatnya, kenapa dia bisa sehebat dan senafsu ini, mungkin memang obat perangsang libidomax yang membuatnya jadi seperti ini.Tak tahan aku dikulumnya, aku merebahkan dia dan aku mulai menjilati mekinya dengan lembut. ”Hai Nana, apa kabar? Aku segera mengulangi lagi pertanyaanku
”Na.. aku mau sampe….†Kataku.”Tahan bentar Rian, aku juga mau keluar lagi..” dan dia memompa lebih dahsyat. Tanganku mulai
















