Hanya takut?” jawabku dengan nafas
terputus.“Takut sama siapa? “Nif, kenapa diam. Bokep barat Enak yach?” tanyanya ketika ia berhenti sejenak
menjilat dan memompa tongkatku dengan mulutnya. Tapi ia belum memberi aba-aba sehingga
aku terpaksa menahan sampai ada sinyal dari dia. Aku
mengerti dan laki-laki tadi yang belakangan kuketahui kalau ia adalah majikanku
dan kepala rumah tangga dalam keluarga itu, mengizinkan si sopir tadi pulang ke
terminal. Akhirnya kuputuskan meninggalkan rumah dan pergi ke salah satu
kota di Sulsel untuk mencari pekerjaan. “Ta.. Ayolah Nif..” katanya sambil meraih kedua tanganku
dan meletakkannya di atas pusarnya. Masuklah.. Aku justru sangat gembira
mendengarnya.Setelah majikan laki-lakiku itu berangkat bersama sopir
pribadinya sekitar pukul 9.00 pagi, aku kembali melaksanakan tugas hari-hariku
seperti hari-hari sebelumnya yakni mencuci pakaian, piring dan menyapu tempat
tidur majikanku. Akhirnya kuputuskan meninggalkan rumah dan pergi ke salah satu
kota di Sulsel untuk mencari pekerjaan. Rasanya aku masih kenyang” kataku
pura-pura kenyang meskipun sebenarnya aku sangat lapar karena belum makan
malam.















