Mikir yaa..”
“Iyaa.. Bokep Indo Terbaru Jeng..?”
“Yaa ituu… lihat saja, banyak yang ‘enak-enak’ khan?” sambil tangannya dan matanya mengarahkan aku ke audience, para tetamu wanita yang rata-rata malam itu memang nampak cantik-cantik dan ‘enak’ tentunya. Dan oleh keramaian dan kemeriahan pesta aku tak lagi memikirkan soal itu. Atau di balik pohon di taman? N’tar dibunuh sama suamiku lho,” kelakarnya. Kubiarkan kehausan Norma melahap aku dengan buas dan liarnya. Ibu ini tanpa ba bi bu, dengan piring makannya langsung mengekor aku mencari kursi kosong di taman. Dia lihat rupanya suaminya yang menelpon. Sesudah beberapa omongan dia tutup HP-nya dan dimasukkan kembali ke tasnya. “Sadar apaan, Mas?”
“Ternyata di dekat saya ada makanan yang bukan ‘enak’ namun ’sangat lezaatt’…” kataku nekat dan memberanikan diri sambil mataku melotot seakan menelanjangi tubuh seksinya. Kulihat di pojok dekat karangan bunga yang menggunung nampak kursi dan meja kosong dengan lampunya yang tak terlampau mencolok.















