Kuelus-elus sampai akhirnya tegang juga. BokepJepang Crot! Kulihat Arya cuma bengong.“Kenapa Ya’?” aku bertanya dengan heran. “Udah, gimana kalo aku putusin dia, kamu seneng?”
“Sebenarnya nggak perlu segitu, asal kamu mau nyediain waktu buat aku, aku udah seneng kok”Setelah lama diam, dia bicara lagi.“Li, kamu mau kan nangani lagu-lagu baruku buat album besok?” Sambil menepuk pundaknya, aku menjawab. Pertama kelingking, lalu telunjuk, ibu jari, dan akhirnya dua jari sekaligus.“Kamu gila ya? Crot! Lalu aku mulai meraih benda ajaibnya yang panjang dan besar. Supaya kamu kabur?”
“Enggak Li, supaya aku bisa ngocok punyamu juga”
“Ah, alasan. Aku udah dapat tubuhmu” kataku agak sinis karena yakin dia sudah telanjur keenakan.Dia memandangku dengan tatapan tajam. Lalu setelah lampu depan dimatikan, aku dan seorang temanku yang ahli dalam hal ini kemudian memanjat pagar dan mengendap menuju pintu kamar Arya. Aku ke sana saat malam hari dengan seorang temanku dengan membawa apa saja yang kuperlukan. Tapi apa yang terjadi?















