minimal main gitar lah. Bokep Cina Karena dilihat dari wajah dan perawakannya, dia terlihat seperti anak baik-baik dan “gak begitu” ke cewek apalagi yang baru dikenalinya.Lalu ku jawab dengan ketawa saja, berharap dia diam dan menyerah.“Sedikiiiiit aja chel, penasaran”, ternyata masih berusahaSpontan aku jadi ingin menggodanya, dengan mata genitku, ku pegang payudara sebelah kiriku sambil berkata “hhmmm…yang ini?”. Saat itu aku buat kesimpulan sendiri kalau kami dipastikan tidak klop, dia orangnya tidak suka di ganggu sedangkan aku tidak suka di-cuek-in, dia suka bacaan berat seperti buku-buku tentang investasi dan riset apapun itu, wajar sih dia dulunya kuliah di jurusan jurnalist dan memang passionnya membaca dan menulis, nah.. “hi chel”, katanya
“hallo kak” kujawab
“tinggal dimana”, tanyanya
“di ***** kak, kamu sendiri?”
“oh deket, aku tinggal di ****** ***”
“kenapa main ****** kak? sedangkan aku, jangankan baca begituan, baca novelpun bosenan, novel Dilan 1991 pun baru setengahnya aku baca dan gak dilanjut. Mulanya ku abaikan sampai akhirnya dia memulai percakapan.













