Untuk sementara tidak kugerakkan pantatku dan setelah kulihat Shela mulai tenang dan kembali mau menciumi wajahku, lalu perlahan-lahan kutekan penisku yang sudah menembus vaginanya supaya masuk lebih dalam lagi“aahh…, oom…, pelan…, pelaan..”, kudengar Shela berkata lirih.“Iyaa…, sayaang…, ooom pelah-pelan”, jawabku serta kubelai rambutnya. Kuhentikan kendaraanku di depan sekolahnya dan sambil menyalamiku Shela mengucapkan terima kasih. Bokep barat Segera setelah sampai di dalam, dia langsung duduk di tempat tidur sambil memperhatikan seluruh ruangan.Karena kulihat dia tetap diam saja, aku jadi merasa tidak enak dan segera kudekati dia yang masih tetap duduk di pinggiran tempat tidur dan sambil agak berlutut, kucium keningnya beberapa saat dan tiba-tiba saja Shela memelukku dan terdengar tangisan lirih sambil terisak-isak.Sambil masih memelukku, kuangkat berdiri dari duduknya dan kuelus-elus rambutnya, sambil kucium pipinya serta kukatakan, “Shela coba tenangkan dirimu dan ceritakan semua masalah mu pada Oom…, siapa tahu Oom bisa membantumu dalam memecahkan masalahmu itu”.Shela masih saja memelukku tapi senggukan tangisnya mulai mereda.















