Kupercepat irama gerakan pinggulku sebisa yang aku mampu. Aku goyangkan terus, meresapi sisa2 kenikmatan yang masih ada. Bokep barat Aku harus membantu Putri juga. Aku memakai kata abang ke dia biar mesra soalnya. Tepatnya, aku ingin memasukkan alat kelaminku ke lubang kenikmatan Putri. Kami saling menyangga dan mengkait ketika aku mulai menggerakkan batangku maju-mundur. Kudorong perlahan batangku, sekujur badanku dipenuhi kenikmatan duniawi itu. Ruang ini sederhana, hanya ada tempat tidur rawat, meja dan kursi kerja dokter, kursi tunggu dan AC. Sedikit kuremas payudaranya barulah lidahku bertemu dengan lidahnya. Aku (A) : bah, masih belum puas? Kau juga merindukan diginiin. Wanita rekan kerjaku selama ini yang kuliat biasa saja, bahkan cenderung tidak menarik perhatianku, membuat insting lelaki ku aktif. Aku kan dah minta maaf juga. Ini berarti taruhan 50-50. Berabe.Akupun terpaksa pindah ke tempat kos karena istri muak liat wajahku. Sadar aku memperhatikan dirinya, Putri balas menatap tajam dan sedikit membentak “apa?”
Pikiranku langsung cepat bereaksi. Aku harus mencoba, batinku berkata. Akupun berdiri, memberinya kode untuk mengikutiku ke ruang kesehatan.










