“Tedy bisa pegang rahasia kan ?”, ia menatapku sungguh-sungguh. Bokep Arab itu kan selai kesukaanmu. Akhirnya bibir kami bertemu. Beberapa hari kemudian setelah situasi dirumah mulai terasa normal, malam itu kak Dewi diruang tengah nonton TV atau mungkin membaca majalah. “Kurang keatas…sakit tahu !”, suara ka Dewi terdengar memburu. “Halloo..!”, terdengar suara perempuan diseberang sana. Menatapnya dalam-dalam. Aku terus menggesek dan menggesek. Aku tak tahan melihat kak Dewi diperlakukan seperti itu. Lalu tiba-tiba aku mendengar ketukan dan suara kak Dewi. “Tahu enggak sebenarnya Tedy suka pake bantal guling. Aku merasakan semburan nafas hangat kak Dewi. Lalu suara derikan pintu garasi ditutup. Terlentang. Ah…….! Tapi sudahlah. Buru-buru aku ganti baju, menyisir rambut. cantik, sehat, cerdas, berpenghasilan mapan, kurang apa lagi ? Betisnya itu, alamak. Tak dapat dicegah karena pintu kamar memang tak kukunci. “Haloo..”,
Aku bergegas pergi, tak ingin mengganggu “sepasang kekasih” yang telepon-an. kamu dimana ?”, terdengar suara kak Dewi di HP ku, datar. Sumpah ! Tiba-tiba terdengar dering















