Kuangkat Jeanne dengan memegangi pantatnya. Sambungan dari bagian 01Aku terbangun saat kurasakan ada jari-jari halus meraba-raba dadaku dan ciuman di keningku. Bokep barat Ooh… betapa cantiknya kamu Jeanne, pikirku. Aku dan Jeanne saling memeluk, saling meraba. Kemudian Jeanne mulai menggoyangkan pantatnya naik-turun-naik-turun. “Sweetheart…” aku memberanikan diri memanggilnya “Sweetheart”, dan dia tidak keberatan. Jeanne tersenyum. Jeanne juga mengambil dan kemudian memakai sebuah celana jins pendek. “Shut up and just do it!” dan Jeanne kembali menciumku dengan ganas. Jeanne menggigit bibirku. Jeanne pandai sekali membuat diriku seperti melayang.Dari ujung batang kelelakianku, Jeanne kembali menyusurinya hingga ke bawah, menjilat-jilat kantung “peluru” batang kelelakianku dengan sesekali mengecup dan agak menghisap kantung “peluru”-ku. Pada mulanya perlahan hingga beberapa gerakan, akhirnya Jeanne memainkannya semakin cepat. Diam, menikmati sensasi yang luar biasa yang tidak akan pernah kami dapatkan dari orgasme genetik. Aku segera berjalan menuju tempat tidur Jeanne dan duduk di pinggir tempat tidurnya. Dia hanya tersenyum dan meletakkan sebuah jarinya di bibirku, tanda bagiku untuk diam. “You…?!” ujarku sambil penuh tanda tanya. Mendesah.Perlahan, batang kemaluanku memasuki liang kemaluan Jeanne yang sudah licin basah. Perempuan cantik yang telanjang bulat di depanku dan sedang menjilati daerah paling privatku saat ini tiba-tiba berhenti melakukan jilatannya.















