Ah.., wanita yang lehernya berkeringat itu begitu besar mengubah keberanianku.“Buka bajunya, celananya juga,” ujar wanita tadi manja menggoda, “Nih pake celana ini..!”Aku disodorkan celana pantai tapi lebih pendek lagi. Bau tubuh wanita setengah baya yang yang meleleh oleh keringat. Jav Sub Indo Ah apa saja. Kring..!“Mbak Wien, telepon.” kataku.Ia berjalan menuju ruang telepon di sebelah. Dadaku berguncang. Aku memegang teteknya. Tapi masih terhalang kain celana. Masih menutupi diri dengan tabloid. Atau jangan-jangan ia juga disuruh ibunya bayar arisan. Ada sekat-sekat, tidak tertutup sepenuhnya. Tetapi, bayangan itu terganggu. Sudah tiga tahun, benda ini tak kurasakan Sayang. Hanya suara kebetan majalah yang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musik lembut yang mengalun dari speaker yang ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok. Sambil menjawab telepon di kursi ia menunggingkan pantatnya.“Ya sekarang Sayang..!” katanya. Paling tidak aku dapat melihat leher yang basah keringat karena kepayahan memijat.















